ANALISIS SWOT PENINGKATAN KUALITAS GURU (Studi Kasus di Sekolah Dasar Islam Ramah Anak Kota Depok)

Penulis

  • Ridwan STAI AL-QUDWAH DEPOK
  • Rini Kusmayani STAI AL-QUDWAH DEPOK
  • Muta'aaliy STAI AL-QUDWAH DEPOK

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji: 1) Kekuatan yang dimiliki oleh Sekolah Dasar Islam Ramah Anak dalam meningkatkan kualitas guru; 2) Kelemahan yang dihadapi oleh Sekolah Dasar Islam Ramah Anak dalam meningkatkan kualitas guru; 3) Peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Sekolah Dasar Islam Ramah Anak untuk meningkatkan kualitas guru; 4) Ancaman yang dihadapi oleh Sekolah Dasar Islam Ramah Anak dalam meningkatkan kualitas guru; dan 5) Strategi peningkatan kualitas guru yang dapat dilakukan oleh Sekolah Dasar Islam Ramah Anak berdasarkan analisis SWOT. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di SD Islam Ramah Anak Kota Depok dengan alamat Jl. Paraji No. 63 RT 04 RW 05 Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilodong Depok, Jawa Barat. Metode yang dipakai dalam mengumpulkan data adalah metode kualitatif deskriptif yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang analisis SWOT peningkatan kualitas guru di SD Islam Ramah Anak Kota Depok. Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kekuatan guru SD Islam Ramah Anak Depok meliputi kompetensi profesional, sikap sabar, karakter Islami kuat, keahlian khusus, pelatihan aktif, sertifikasi, metode pembelajaran fleksibel, dan fasilitas memadai. 2) Kelemahan berupa kesulitan strategi pembelajaran terbaru, adaptasi kebijakan, pemanfaatan teknologi, penanganan siswa khusus tanpa pendamping, serta motivasi dan waktu pelatihan yang terbatas. 3) Peluang terdiri dari dukungan orang tua dan komite, kemajuan teknologi, pelatihan dan sertifikasi resmi, kerjasama lembaga, serta penguatan pendidikan karakter ramah anak. 4) Ancaman meliputi sikap puas diri dan konflik internal guru, kurang dukungan orang tua, tekanan kebijakan, pengaruh negatif teknologi, kondisi sosial dan fisik kurang mendukung, serta persaingan sekolah lain. 5) Strategi yang diterapkan mencakup keteladanan guru dengan dukungan pimpinan, penempatan sesuai kompetensi, motivasi dan apresiasi, peningkatan sarana prasarana, serta pengelolaan waktu pelatihan untuk pengembangan profesional berkelanjutan. Beberapa rekomendasi yang dapat diberikan antara lain: 1) Meningkatkan pengembangan kompetensi dan profesionalisme guru melalui pelatihan, pendampingan, dan evaluasi; 2) Memperkuat sinergi dan komunikasi antara guru, orang tua, dan komite; 3) Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan pengelolaan waktu pelatihan tanpa mengganggu proses belajar; 4) Memperluas kerja sama dengan lembaga pendidikan dan profesional; 5) Meningkatkan sarana prasarana, motivasi, keteladanan guru, serta mengatasi tantangan pengajaran dan faktor eksternal guna menjaga mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Unduhan

Diterbitkan

22-12-2025