STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI GURU (Studi Kualitatif di Sekolah Dasar Islam Terpadu IQRO Bekasi)

Penulis

  • Sobirin STAI AL-QUDWAH DEPOK
  • Nana Supriyatna STAI AL-QUDWAH DEPOK
  • Faizah Mumtaz STAI AL-QUDWAH DEPOK

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Kondisi Kompetensi Guru di SD Islam Terpadu IQRO’ Bekasi. (2) Strategi Peningkatan Kompetensi Guru di SD Islam Terpadu IQRO’ Bekasi. (3) Faktor Pendukung dan Penghambat Peningkatan Kompetensi Guru di SD Islam Terpadu IQRO’ Bekasi. (4) Solusi yang sudah dilakukan dalam mengatasi hambatan peningkatan Kompetensi Guru di SD Islam Terpadu IQRO’ Bekasi. Kompetensi Guru adalah aspek penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi yang menunjukkan bahwa sebagian guru telah memiliki standar kompetensi guru secara baik, dari segi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial maupun profesional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 Standar Kompetensi para guru di sekolah ini secara umum tergolong baik, Guru di SDIT IQRO’ mengajar dan bertugas sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing yang sudah ditentukan oleh Kepala Sekolah. Strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru adalah dengan menciptakan lingkungan dan hubungan yang positif. Strategi peningkatan kompetensi guru di SDIT IQRO’ Bekasi dirancang secara sistematis oleh kepala sekolah berdasarkan data dan kebutuhan jangka panjang. Melalui berbagai kegiatan seperti coaching, pelatihan, serta alokasi anggaran khusus, sekolah berupaya membentuk guru yang profesional dan responsif terhadap perkembangan zaman. Dengan pendekatan ini, peningkatan kompetensi guru dilakukan secara terarah, berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan di sekolah, namun terdapat beberapa faktor penghambat seperti minimnya waktu untuk pengembangan diri, dan keterbatasan tenaga yang dimiliki oleh guru berusia lanjut. Solusi yang diterapkan pihak sekolah antara lain peningkatan pelatihan seperti di fasilitasi coaching khusus, adanya kelompok kerja guru (KKG) per jenjang, dan tersedianya sarana dan prasarana yang lengkap. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kualitas guru dan peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.

Unduhan

Diterbitkan

22-12-2025